Jumat, 14 November 2014

PERKEMBANGAN PROFESI AKUNTAN DI INDONESIA

Akuntan adalah sebutan dan gelar profesional yang diberikan kepada seorang sarjana yang telah menempuh pendidikan di fakultas ekonomi jurusan akuntansi pada suatu unversitas atau perguruan tinggi dan telah lulus Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Berikut ini akan dibahas sejarah perkembangan akuntan di Indonesia yang terbagi dalam 4 periode yaitu :

A.      Sebelum Kemerdekaan

Selama masa penjajahan kolonial Belanda yang menjadi anggota profesi akuntan adalah akuntan-akuntan Belanda dan beberapa akuntan Indonesia. Pada waktu itu pendidikan yang ada bagi rakyat pribumi adalah pendidikan tata buku yang diberikan secara formal pada sekolah menengah atas sedangkan secara non formal pendidikan akuntansi diberikan pada kursus tata buku untuk memperoleh ijazah.

Di dalam buku setengah abad prodesi akuntan yang ditulis oleh Theodorus M T ditemukan ada 6 (enam) kantor Akuntan Belanda pada masa penjajahan beroperasi di Indonesia, antara lain :
a.       E.F. Jahn
b.      H. Grevers
c.       J.P. Van Marle
d.      Mej. G. Segall
e.       Frese & Hogeweg
f.       H.J. Voorns

B.       Orde Lama

Pada periode ini telah ada jasa pekerjaan akuntan yang bermanfaat bagi masyarakat bisnis. Hal ini disebabkan oleh hubungan ekonomi yang makin sulit, meruncingnya persaingan, dan naiknya pajak-pajak para pengusaha sehingga makin sangat dirasakan kebutuhan akan penerangan serta nasehat para ahli untuk mencapai perbaikan dalam sistem administrasi perusahaan. Sudah tentu mereka hendak menggunakan jasa orang-orang yang ahli dalam bidang akuntansi. Kebutuhan akan bantuan akuntan yang makin besar itu menjadi alasan bagi khalayak umum yang tidak berpengetahuan dan berpengalaman dalam lapanganakuntansi untuk bekerja sebagai akuntan.

Padahal, pengetahuan yang dimiliki akuntan harus sederajat dengan syarat yang ditetapkan oleh pemerintah dan juga mereka harus mengikuti pelajaran padaperguruan tinggi negeri dengan hasil baik. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan peraturan dengan undang-undang untuk melindungi ijazah akuntan agar pengusaha dan badan yang lain tidak tertipu oleh pemakaian gelar “akuntan”yang tidak sah.

Setelah adanya Undang-Undang No. 34 tahun 1954 tentang pemakaian gelar akuntan, ternyata perkembangan profesi akuntan dan auditor di Indonesia berjalan lamban karena perekonomian Indonesia pada saat itu kurang menguntungkan namun perkembangan ekonomi mulai pesat pada saat dilakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan milik Belanda. Mengingat terbatasnya tenaga akuntan dan ajun akuntan yang menjadi auditor pada waktu itu, Direktorat Akuntan Negara meminta bantuan kantor akuntan publik untuk melakukan auditatas nama Direktorat Akuntan Negara.

Perluasan pasar profesi akuntan publik semakin bertambah yaitu pada saat pemerintah mengeluarkan Undang-undang Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMND) tahun 1967/1968. Meskipun pada waktu itu para pemodal “membawa” akuntan publik sendiri dari luar negeri kebutuhan terhadap jasa akuntan publik dalam negeri tetap ada.

Profesi akuntan publik mengalami perkembangan yang berarti sejak awal tahun 70-an dengan adanya perluasan kredit-kredit perbankan kepada perusahaan. Bank-bank ini mewajibkan nasabah yang akan menerima kredit dalam jumlah tertentu untuk menyerahkan secara periodik laporan keuangan yang telah diperiksa akuntan publik. Pada umumnya, perusahaan-perusahaan swasta di Indonesia baru memerlukan jasa akuntan publik jika kreditur mewajibkan mereka menyerahkan laporan keuangan yang telah diperiksa oleh akuntan publik.

C.      Orde Baru

Periode ini merupakan periode suram bagi profesi akuntan publik dalam pelaksanaan paket 27 Maret. Tiga tahun setelah kemudahan diberikan pemerintah, masih ada akuntan publik tidak memanfaatkan maksud baik pemerintah tersebut. Beberapa akuntan publik melakukan malpraktik yang sangat merugikan penerimaan pajak yaitu dengan cara bekerjasama dengan pihak manajemen perusahaan melakukan penggelapan pajak. Ada pula akuntan publik yang tidak memeriksa kembali laporan keuangan yang diserahkan oleh perusahaan atau opini akuntan tidak disertakan dalam laporan keuangan yang diserahkan kekantor inspeksi pajak.

Pada tahun 1983 – 1989 dapat dilihat sebagai periode yang berisi upaya konsolidasi profesi akuntan termasuk akuntan publik. PAI 1973 disempurnakan dalam tahun1985, disusul dengan penyempurnaan NPA pada tahun 1985, dan penyempurnaan  kode etik dalam kongres ke V tahun 1986.

Setelah melewati masa-masa suram, pemerintah perlu memberikan perlindungan terhadap masyarakat pemakai jasa akuntan publik dan untukmendukung pertumbuhan profesi tersebut. Pada tahun 1986 pemerintah mengeluarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 763/KMK.001/1986 tentang Akuntan Publik. Keputusan ini mengatur bidang pekerjaan akuntan publik,prosedur dan persyaratan untuk memperoleh izin praktik akuntan publik danpendirian kantor akuntan publik beserta sanksi-sanksi yang dapat dijatuhkan kepada akuntan publik yang melanggar persyaratan praktik akuntan publik.

Dengan keputusan Menteri Keuangan tersebut dibuktikan pula sekali lagi komitmen pemerintah yang konsisten kepada pengembangan profesi akuntan publik yaitu dengan mendengar pendapat Ikatan profesi pada kongres ke VI IAI antara lain mengenai: pengalaman kerja yang perlu dimiliki sebelum praktik;keharusan akuntan publik fultimer (kecuali mengajar); izin berlaku tanpa batas waktu; kewajiban pelaporan berkala (tahunan) mengenai kegiatan praktik kepadapemberi izin; pembukaan cabang harus memenuhi syarat tertentu; izin diberikankepada individu bukan kepada kantor; pencabutan izin perlu mendengar pendapatdewan kehormatan IAI; pemohon harus anggota IAI; pengawasan yang lebih ketat kepada akuntan asing.

Pada tahun 1988 diterbitkan petunjuk pelaksaan keputusan Menteri Keuangan melalui Keputusan Direktur Jenderal Moneter No. Kep.2894/M/1988tanggal 21 Maret 1988. Suatu hal yang mendasar dari keputusan tersebut adalahpembinaan para akuntan publik yang bertujuan:
a.       Membantu perkembangan profesi akuntan publik di Indonesia
b.   Memberikan masukan kepada IAI atau seksi akuntan publik mengenai liputan yang dikehendaki Departemen Keuangan dalam program pendidikan
c.  Melaksanakan penataran bersama IAI atau IAI-seksi akuntan public mengenai hal-hal yang dianggap perlu diketahui publik (KAP), termasuk mengenai manajemen KAP.
d.      Mengusahakan agar staf KAP asing yang diperbantukan di Indonesia untukmemberi penataran bagi KAP lainnya melalui IAI atau IAI-Seksi AkuntanPublik dan membantu pelaksanaannya
e.       Memantau laporan berkala kegiatan tahunan KAP

Sebelum diterbitkan Keputusan Direktur Jenderal Moneter tersebut, padatahun 1987 profesi akuntan publik telah mendapatkan tempat terhormat dans trategis dari pemerintah yaitu dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 859/KMK.01/1987 tentang Emisi Efek melalui Bursa yang telah menentukan bahwa:
a.   Untuk melakukan emisi efek, emiten harus memenuhi persyaratan, antaralain: mempunyai laporan keuangan yang telah diperiksa oleh akuntanpublik/akuntan negara untuk dua tahun buku terakhir secara berturut-turutdengan pernyataan pendapat “wajar tanpa syarat” untuk tahun terakhir.
b.    Laporan keuangan emiten untuk dua tahun terakhir tersebut harus disusunsesuai dengan PABU di Indonesia disertai dengan laporan akuntan publik/akuntan negara.
c.     Jangka waktu antara laporan keuangan dan tanggal pemberian izin emisi efek tidak boleh melebihi 180 hari. (M. Sutojo, 1989: 10)

D.      Orde Reformasi

Pada awal tahun 90-an profesi akuntan publik terus berkembang seiring dengan berkembangnya dunia usaha dan pasar modal di Indonesia. Walaupun demikian,masih banyak kritikan-kritikan yang dilontarkan oleh para usahawan dan akademisi. Namun, keberadaan profesi akuntan tetap diakui oleh pemerintah sebagai sebuah profesi kepercayaan masyarakat. Di samping adanya dukungan dari pemerintah, perkembangan profesi akuntan publik juga sangat ditentukan oleh perkembangan ekonomi dan kesadaran masyarakat akan manfaat jasa akuntan publik.

Beberapa faktor yang dinilai banyak mendorong berkembangnya profesi adalah:
a.       Tumbuhnya pasar modal
b.      Pesatnya pertumbuhan lembaga-lembaga keuangan baik bank maupun non-bank.
c.       Adanya kerjasama IAI dengan Dirjen Pajak dalam rangka menegaskan peran akuntan publik dalam pelaksanaan peraturan perpajakan di Indonesia
d.      Berkembangnya penanaman modal asing dan globalisasi kegiatan perekonomian

Pada awal 1992 profesi akuntan publik kembali diberi kepercayaan oleh pemerintah (Dirjen Pajak) untuk melakukan verifikasi pembayaran PPN dan PPnBM yang dilakukan oleh pengusaha kena pajak. Konsekuensi perkembangan tersebut akan mempunyai dampak terhadap perkembangan akuntansi dan menimbulkan:
a.       Kebutuhan akan upaya memperluas peranan akuntan, ruang lingkuppekerjaan akuntan publik semakin luas sehingga tidak hanya meliputipemeriksaan akuntan dan penyusunan laporan keuangan.
b.      Kebutuhan akan tenaga spesialisasi dalam profesi, makin besarnya tanggung jawab dan ruang lingkup kegiatan klien, mengharuskan akuntan publik untuk selalu menambah pengetahuan.
c.       Kebutuhan akan standar teknis yang makin tinggi dan rumit, denganberkembangnya teknologi informasi, laporan keuangan akan menjadi makinberagam dan rumit.

Jatuhnya nilai rupiah pada tahun 1997-1998 makin meningkatkan tekanan pada pemerintah untuk memperbaiki kualitas pelaporan keuangan. Sampai awal 1998, kebangkrutan konglomarat, collapsenya sistem perbankan, meningkatnya inflasi dan pengangguran memaksa pemerintah bekerja sama dengan IMF dan melakukan negosiasi atas berbagai paket penyelamat yang ditawarkan IMF. Pada waktu ini, kesalahan secara tidak langsung diarahkan pada buruknya praktik akuntansi dan rendahnya kualitas keterbukaan informasi (transparency).

Pada tahun 2001, Departemen Keuangan mengeluarkan draft akademik tentang rancangan undang –     undang akuntan publik yang baru. Dalam draft ini disebutkan bahwa tujuan dibentuknya UU Akuntan Publik adalah melindungi kepercayaan publik yang diberikan kepada akuntan publik., mendukung pembangunan ekonomi nasional, dan menyiapkan akuntan dalam menyongsong era liberalisasi jasa akuntan publik. Hal terpenting dalam RUU Akuntan Publik ini adalah ketentuan yang menyebutkan bahwa akuntan publik dan kantor akuntan publik dapat dituntut dengan sanksi pidana. 

Minggu, 28 September 2014

ETIKA PROFESI AKUNTAN ATAUKAH ETIKA PROFESI AKUNTANSI ???

Setelah kita menyelesaikan kuliah di fakultas ekonomi strata 1 (S1) apa gelar yang akan kita raih? akuntan kah atau Akuntansi?? Apakah kita termasuk kedalam Profesi?? untuk dapat mengetahuinya, sebaiknya kita lihat terlebih dahulu definisinya sebagai berikut :

Etika berasal dari kata Yunani Kuno yaitu "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan" adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.

Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesikode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukumkedokterankeuanganmiliter, teknik desainer, tenaga pendidik.

Akuntan adalah sebutan dan gelar profesional yang diberikan kepada seorang sarjana yang telah menempuh pendidikan difakultas ekonomi jurusan akuntansi pada suatu  universitas  atau  perguruan tinggi dan telah lulus Pendidikan Profesi Akuntansi(PPAk).
Ketentuan mengenai praktik Akuntan di Indonesia diatur dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1954 tentang Pemakaian Gelar Akuntan (Accountant) yang mensyaratkan bahwa gelar akuntan hanya dapat dipakai oleh mereka yang telah menyelesaikan pendidikannya dari perguruan tinggi dan telah terdaftar pada Departemen Keuangan Republik Indonesia.


Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaanorganisasi, dan lembaga pemerintah. 

Jadi menurut saya, setelah dilihat dari definisi masing - masing kata, yang benar adalah ETIKA PROFESI AKUNTAN. Dapat kita tarik pengertiannya yaitu suatu ilmu yang membahas perilaku perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia terhadap pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus sebagai Akuntan.

Sementara ETIKA PROFESI AKUNTANSI tidak terdefinisi.

Ref :

Kamis, 08 Mei 2014

Who is My Next President?




As only parties with a large number of seats in the House of Representatives can nominate a candidate for the 2014 presidential election, the Jakarta-based pollster Indonesian Survey Circle (LSI) predicted that there would only be three contenders running in the election next July.

My lovely parties, PDI-P is one of the three contenders. Of course I choose Joko Widodo to become the next president in Indonesia. Because Jokowi is a figure to answer a nation issue. Some corruption problems, law enformcement, proferty, social and many more.

Reason to Study In Gunadarma University



Gunadarma University is the best private university  in indonesia. It is recorded by webometrics, a web university rank, on it is latest edition in Januari 2014. In this edition, Gunadarma University recorded as the top ten The Best Private University in Indonesia. Thats why i want to study here.
I have a big plan after graduate from Gunadarma university. i hope i will have provision of science to increase my career toward nation competitiveness. I will looking for a good position as an internal or external audit in the company. Become internal audit or external audit is my dream and i will make it realize by studying in Gunadarma university.
Before the graduation, i should study in Gunadarma university for 4 years. I have been study for 3 years and i need 1 more year to complete my study. I hope it will run faster than the schedule.
To get the best result for my graduation, i have a great strategy, called “Smooth Strategy”. I need that strategy because i have to work in the morning and study at the night. I also should follow all the class everyday. Focus class, makes a great team for discussion and a hard pray to God are the keys for my success.

Reason to Study In Gunadarma University



Gunadarma University is the best private university  in indonesia. It is recorded by webometrics, a web university rank, on it is latest edition in Januari 2014. In this edition, Gunadarma University recorded as the top ten The Best Private University in Indonesia. Thats why i want to study here.
I have a big plan after graduate from Gunadarma university. i hope i will have provision of science to increase my career toward nation competitiveness. I will looking for a good position as an internal or external audit in the company. Become internal audit or external audit is my dream and i will make it realize by studying in Gunadarma university.
Before the graduation, i should study in Gunadarma university for 4 years. I have been study for 3 years and i need 1 more year to complete my study. I hope it will run faster than the schedule.
To get the best result for my graduation, i have a great strategy, called “Smooth Strategy”. I need that strategy because i have to work in the morning and study at the night. I also should follow all the class everyday. Focus class, makes a great team for discussion and a hard pray to God are the keys for my success.

Selasa, 15 Oktober 2013

Entin Penjual Kue Donat


Entin, begitulah ia biasa dipanggil oleh teman – temannya. Entin ialah seorang anak kecil berusia 8  tahun yang masih duduk di kelas 4 SD. Wajahnya yang lugu berbanding terbalik dengan kerasnya hidup yang dijalani. Di usia dini, Entin harus berjualan demi memenuhi kebutuhan sehari – hari seperti makan dan untuk biaya sekolah. Kemanakah orang tua Entin? Itu adalah pertanyaan yang sangat sulit dijawab olehnya. Sejak kecil ia tidak mengetahui dimana keberadaan ayahnya. Ayah Entin, Sutrisno, pergi sejak Entin masih di dalam kandungan. Ibu Entin, Ani, sedang mengadu nasib di ibu kota untuk menghidupi kehidupan keluarganya. Namun sudah 2 tahun terakhir, ibunya tidak memberi kabar dan tidak lagi mengirim uang, entah dimana dia berada.
Saat ini Entin tinggal di sebuah desa kecil bersama dengan Nek Ijah, keluarga satu – satunya yang dimiliki Entin. Nek Ijah sangat berjasa merawat Entin selama ia ditinggal pergi kedua orang tuanya. Nek Ijah berprofesi sebagai tukang kebun serabutan yang biasa dipanggil oleh Juragan Singkong di dekat rumahnya. Nek Ijah bekerja dari pukul 7 pagi hingga pukul 3 sore hanya dengan upah Rp. 5000/hari, upah yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama dengan Entin.
Biaya kebutuhan ekonomi yang semakin meningkat berimbas sangat besar terhadap kelangsungan kehidupan Entin dan Nek Ijah. Untuk mencukupinya, sepulang bekerja di kebun Nek Ijah segera membuat kue donat, alasannya kue donat banyak digemari oleh anak – anak dengan pembuatan yang mudah dan biaya yang murah. Setelah kue donatnya selesai, Entin siap mendagangkan kue donat buatan Nek Ijah ke tetangga dekat rumah ataupun desa sebelah. Entin tidak akan pulang sebelum dagangannya habis, dengan suara yang lantang Entin menjajakan kue donatnya. Jarak yang lumayan jauh dan kondisi jalan yang masih beralaskan kerikil bercampur tanah tak mampu mematahkan semangat Entin untuk berjualan. Bisa dibilang kue donat Nek Ijah adalah kue donat yang memiliki cita rasa super, dengan Rp. 500,-/buah harga yang relatif terjangkau untuk masyarakat sekitar.
Hari demi hari mereka lalui, semua mereka jalani dengan ikhlas sambil tetap berdoa kepada Sang Kuasa agar diberikan jalan keluar atas apa yang tengah mereka hadapi. Didalam setiap shalatnya, Entin berdoa agar ibunya dapat segera pulang, hidup bersama dengan Entin dan Nek Ijah. Tak perlu uang banyak, saat ini hanya kebersamaan yang diinginkan oleh Entin, kebersamaan untuk menjalani kerasnya hidup.


Kamis, 03 Oktober 2013

SANG SURYA

Sang Surya.............
Tak jua lelah engkau timbul tenggelam
Tuntaskan tugas yang engkau emban
Memberikan sinar kehidupan

Teriknya sang surya menghangatkan kehidupan
Menghempas dingin yang diciptakan sang malam
Apa yang mampu kulakukan
Untuk mengagumi karya Sang Pencipta Alam